BERITA

Di Tangan Warga Desa Gintangan, Bambu Banyuwangi Dikreasi Menjadi Karya Menarik dan Atraktif

 13 Maret 2020
Sejarah kerajinan anyaman bambu Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari berasal dari petuah Patih Sulung Agung. Salah seorang pemimpin Perang Bayu 1771 itu membawa pasukannya yang terluka ke arah tenggara dari benteng Bayu Songgon. Setibanya di sebuah tempat, 2 (dua) orang pengikutnya yang masih sehat diminta mencari air untuk mengobati rekannya yang terluka. Kedua utusan itu datang membawa air 1 (satu) gontang (bambu satu ruas) Dengan air tersebut pengikutnya yang terluka bisa disembuhkan. Patih Sulung Agung memberikan nama tempat itu dengan sebutan Gontangan. Sembari memberikan nama, Patih Sulung Agung pun mengucapkan petuah jika suatu saat gontang itu menjadi sumber kehidupan masyarakat yang tinggal di Gontangan. Demikian cerita tutur masyarakat Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari yang mengklaim bahwa nama Gintangan berasal dari Gontangan. Dan, ucapan Patih Sulung Agung pun akhirnya terbukti. Masyarakat yang tinggal di Desa Gintangan mayoritas bersandar pada bambu sebagai sumber pencaharian. Mereka memproduksi kerajinan anyaman bambu secara turun temurun. Tahun 1980-an Desa Gintangan ditetapkan sebagai sentra industri kerajinan anyaman bambu di Kabupaten Banyuwangi. Masyarakat tidak hanya memproduksi anyaman untuk kebutuhan rumahtangga, namun juga di desain menjadi karya seni yang atraktif melalui event Gintangan Carnaval dengan trademark Festival Bamboo.
 PENGUMUMAN
 VIDEO